Rajasinga ‘Rajagnaruk’ Release Party Gig Report

"Perlahan kuperhatikan rona, rembulan terbakar hingga abu, malam ini akan menjadi siang baru!!" -Rajagnaruk, Rajasinga

Jika anda mengintai Jakarta dengan sensor panas, maka Rossi Musik Fatmawati pada malam hari itu bisa membutakan anda. Beragam penikmat musik mulai dari Metalhead, Hipster, hingga phony macam saya berkumpul di satu tempat, berheadbang dipandu musik liar.

Saya datang agak terlalu cepat, sekiranya jam setengah delapan. Para penjual merch telah siap siaga di depan pintu masuk venue. Saya yang hingga saat itu belum mendapatkan kopi Rajagnaruk pun membelinya, namun naas saya lupa membawa tas dan disana kantong plastik jadi sumberdaya langka, jadilah album itu saya tenteng hingga akhir acara bak jimat.

Venue kecil yang mengingatkan saya pada Black Flag-thingy itu masih lompong, sekitar 5 orang menyaksikan check-sound Gigantor sebagai band pembuka paling awal, sesekali saya ber-mini-headbanging pada cuilan riff yang disayatkan hingga akhirnya duduk tenang menunggu acara mulai.

Beberapa saat kemudian akhirnya Gigantor membuka acara dengan Thrash-Metal, para hadirin pun mulai ber-headbang dan ber-sing-along ria sambil mengarahkan Mano Cornuta ke arah panggung. Kuping saya yang sebelumnya mumet klakson akhirnya bisa mendengarkan irama yang lebih keras lagi. Unjuk keganasan diakhiri dengan lagu anthem ‘Ace of Spade’, crowd sudah mulai panas!

Selesai Gigantor saya keluar sebentar untuk membeli minum, dan alangkah WTF-nya perasaan saya melihat taburan bunga melati berserakan di lantai ketika saya kembali. Rupanya Kelelawar malam jadi band pembuka kedua di acara itu. Manusia-manusia menyeramkan dengan baju hitam ala penggali kuburan dan mulut bersimbah darah bangkit untuk mengumandangkan Horror-Punk! Satu-persatu lagu mereka mainkan sembari mengingatkan saya bahwa malam itu ialah malam Jumat Kliwon, mungkinkah Suzanna hadir diantara Crowd? Atau mungkin pula ia telat karena mencari warung sate dahulu. Kejutan dari Kelelawar tidak sampai disitu, Adrian Adioetomo muncul di sela acara sebagai penyayat slide-guitar, sayang saya lupa lagu apa saja yang dikolaborasikan, yang jelas malam itu terjadi mashup antara jurig dan cowboy from hell!

Selesai lagu ‘Malam Mencekam’, Siksakubur muncul. Dibarengi auman growl, riff gahar, dan dentuman drum yang meledak, daging hadirin dicabik dengan kebisingan primal dan temperatur yang naik, bahkan AC yang barusan lumayan dingin pun sekarang tak mempan, secara metafor dan harfiah suasana sudah panas bak alam kubur pendosa!!

Lampu kecil beserta lilin-lilin pun menyala memantulkan cahaya di tabung bong, tuan acara akhirnya bermain, Rajasinga menjamu para singa kelaparan dengan serak Marijuana dalam kepungan raung musik Stoner-Grind-Core. Satu-persatu tembang gahar dari album Rajagnaruk dimainkan dengan proporsi pola permainan 99% THC 1% Skill. Headbang menjadi-jadi, crowd surfing sulit dihindari, malam ini telah menjadi siang baru, lawakan penghisap ganja memang lucu (rhyme gagal, sori). Sungguh malam itu kepala para hadirin terbakar bersama obor-obor berbentuk lintingan ganja, mungkin bong dekorasi itu kemudian juga akan terbakar, SEGAN!!!

Singa lapar selesai dikumandangkan, hadirin pulang kearah masing-masing tanpa perasaan hampa, dan saya dirumah mengulang-ngulang album Rajagnaruk, sungguh malam yang berbisa!

-Keenan

Cuplikan:

http://www.youtube.com/watch?v=3jjfd3aqK8I

LOL’D HARD

LOL’D HARD

I studied on how to use Microsoft Paint, here’s the result

I studied on how to use Microsoft Paint, here’s the result

ever seen a shark take a shit?

scrotumcoat:

now you have.

Ran out of pen lately

Ran out of pen lately

gastrogirl:

nutella filled sugar doughnuts.

WIN

gastrogirl:

nutella filled sugar doughnuts.

WIN

So I made zodiac based on Fight Club story

So I made zodiac based on Fight Club story

The feeling you get when you’re having a bad day but someone still pisses you off.